Posted July 21, 2014 by fitri in Dokumen

Panduan Penyusunan Proposal Hibah Inovasi Pembelajaran ITB

  1. LandasanBerdasarkan Surat Keputusan Senat Akademik ITB nomor 11/SK/I1-SA/OT/2012 tentang Pedoman Kurikulum 2013-2018 ITB, kurikulum ITB harus disusun dengan mengikuti empat paradigma: (i) outcome-based education, (ii) learner centered education, (iii) continuous improvement, dan (iv) international accreditation and benchmarking. Penerapan suatu paradigma memerlukan usaha-usaha keras yang terencana dan sistematis, khususnya ketika terjadi paradigma itu merupakan pergeseran atau perubahan dari paradigma sebelumnya. Untuk mendorong terjadinya usaha-usaha keras tersebut, Institut Teknologi Bandung memandang perlu untuk memberikan insentif tertentu.Paradigma-paradigma tersebut membawa konsekuensi mendalam kepada penyelenggaraan pembelajaran sebagai implementasi dari kurikulum ITB yang diberlakukan sejak tahun 2013. Beberapa program studi di ITB telah berhasil meraih akreditasi internasional, sementara sejumlah program studi lainnya sedang mempersiapkan diri untuk meraih prestasi yang sama. Akreditasi internasional yang dikejar tersebut menuntut kualitas pembelajaran yang prima. Program-program studi yang telah memperoleh atau sedang mempersiapkan diri untuk akreditasi internasional tersebut dapat dipandang sebagai pelopor untuk perbaikan kualitas pembelajaran di ITB. Pengalaman mereka dalam memperbaiki pembelajaran merupakan modal berharga bagi ITB dalam usaha perbaikan pendidikan secara keseluruhan.
    Pedoman Kurikulum 2013-2018 ITB menyarankan penyusunan kurikulum S1, S2 dan S3 yang lebih terintegrasi.
  2. Peningkatan PembelajaranBerdasarkan paradigma kurikulum di atas, pembelajaran yang berlangsung di ITB haruslah berorientasi kepada tercapainya outcome lulusan. Outcome itu sendiri disusun dengan memperhatikan kepentingan, minat dan aspirasi mahasiswa. Pertama-tama, untuk dapat efektif, pembelajaran memerlukan adanya kualifikasi pencapaian outcome oleh mahasiswa, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Elaborasi pencapaian tersebut harus sampai kepada outcome setiap matakuliah. Pembelajaran yang berkualitas senantiasa memperhatikan kebutuhan mahasiswa, termasuk di sini memberikan bantuan yang diperlukan mahasiswa untuk mengatasi kesukarannya dalam belajar, serta membantu mereka berkembang menjadi pembelajar yang optimal. Pada sisi lain, peningkatan pembelajaran dapat dilakukan dengan dukungan teknologi, terutama ICT. Upaya-upaya inovatif untuk meningkatkan pembelajaran di ITB sangat penting untuk terus didorong.
  3. Berdasarkan pemikiran di atas, pada Tahun 2014 ini ITB menawarkan Hibah Inovasi Pembelajaran. Tiga program yang mendapat prioritas untuk didanai melalui hibah ini adalah:
    1. Program Internasional
      • Program Student Inbound Mobility
      • Program Kelas Internasional
    2. Program Terpadu Sarjana-Magister
    3. Prograam E-learning (Blended Learning)

Panduan penyusunan proposal untuk ketiga program ini dapat dilihat pada lampiran. Selain ketiga program tersebut, inisiatif peningkatan pembelajaran yang lain dapat diajukan untuk didanai melalui hibah ini.

    1. Ketentuan Umum dan Persyaratan:
      • Proposal diajukan oleh Fakultas/Sekolah
      • Setiap proposal dapat melibatkan satu atau lebih prodi
      • Fakultas/Sekolah dapat mengajukan lebih dari satu proposal
      • Batas maksimal biaya yang diajukan untuk setiap proposal adalah Rp. 500 juta
      • Setiap proposal akan diseleksi oleh tim evaluator
      • Proposal dikirim secara online di : http://lp4.itb.ac.id/proposal/web/index.php
    2. Jadwal Hibah Inovasi Pembelajaran adalah sebagai berikut :
      • Agustus Sosialisasi ke Fakultas/Sekolah
      • 1 September – 22 Oktober 2014 Penyusunan/pengajuan proposal oleh F/S
      • 23 Oktober – 9 November 2014 Seleksi/penilaian proposal oleh LP4
      • 10 November 2014 Pengumuman pemenang
      • Januari – Desember 2015 Pelaksanaan program